<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mozaik Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://mozaikehidupan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com</link>
	<description>Mengumpulkan kepingan yang terserak di sela ketergesaan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2009 07:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mozaikehidupan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b13acc7feeb33aac4e502f25af23a982?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mozaik Kehidupan</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Orang Batak Berpuasa</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/06/30/orang-batak-berpuasa/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/06/30/orang-batak-berpuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 07:21:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/06/30/orang-batak-berpuasa/</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Orang Batak Berpuasa
Penulis :Baharuddin Aritonang
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Edisi : Soft Cover
Tgl Penerbitan : Oktober 2007
Bahasa : Indonesia
Halaman : 200
Ukuran : 21 x 14 cm
Berat : 300 gr
&#160;
&#160;
&#160;
Pertamakali saya mengenal Baharuddin Aritonang lewat bukunya Orang Batak Naik Haji, yang saya peroleh saat hunting buku murah di stand KPG Book Fair beberapa tahun lalu. Entah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=69&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:171px;height:264px;" height="333" alt="orang batak puasa" src="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/06/orangbatakpuasa.jpg?w=225&#038;h=333" width="225" align="left" />Judul: Orang Batak Berpuasa</p>
<p>Penulis :Baharuddin Aritonang</p>
<p>Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia<br />
Edisi : Soft Cover<br />
Tgl Penerbitan : Oktober 2007<br />
Bahasa : Indonesia<br />
Halaman : 200<br />
Ukuran : 21 x 14 cm<br />
Berat : 300 gr</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertamakali saya mengenal Baharuddin Aritonang lewat bukunya Orang Batak Naik Haji, yang saya peroleh saat hunting buku murah di stand KPG Book Fair beberapa tahun lalu. Entah kenapa buku itu belum sempat saya baca tuntas.</p>
<p>Pertengahan 2008, nama Baharuddin Aritonang yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 mulai sering disebut-sebut dalam pemerikasaan kasus Aliran Dana BI. Tapi kala itu saya tidak menyadari bahwa Baharuddin Aritonang yang disebut-sebut itu adalah Baharuddin yang sama dengan penulis yang bukunya berada di deretan rak buku saya.</p>
<p>Setahun setelahnya, Juni 2009 di Gramedia Blok M, saya menemukan buku yang sampulnya berhisaskan ornament arsitektural timur tengah berwarna dominan hijau, dengan garis lengkung merah dan kuning keemasan, ornament yang sering kita temukan menjadi hiasan di dinding masjid. Buku itu berjudul &#8220;Orang Batak Berpuasa&#8221; penulisnya lagi-lagi Baharuddin Aritonang.</p>
<p>Apa yang membuat Anda membawa pulang sebuah buku dari toko buku? Sampulnya, isinya?, penulisnya atau karena resensi yang menarik?</p>
<p>Kali ini saya memiliki alasan lain untuk membeli buku ini. Karena saya adalah orang batak. <em>&#8220;Lha, kamu kan orang batak, ngapain baca buku Orang Batak Berpuasa?&#8221;</em> Entah mengapa saya merasa memiliki keterikatanan emosional dengan buku ini.</p>
<p>Apalagi setelah membaca sampul bagian belakang, untuk pertamakalinya saya sangat sepakat dengan tulisan KH Abdurrahman Wahid (<em>lho, serarti selama ini sampean ndak sepakat tho?</em> Ah, soal ini nanti sajalah kita bahas). &#8220;Berbeda dengan orang Batak yang berasal dari utara dan beragama Kristen, hampir-hampir tidak ada catatan etnografis tentang orang Batak dari  daerah Mandailing ke selatan hingga perbatasan Sumatera Barat. Karena itu, penggambaran bagaimana orang Batak berpuasa punya arti sangat penting bagi kita. Sedikit-banyak kita memperoleh pengertian tentang orang-orang Mandailing itu &#8220;</p>
<p>Darah Batak-Mandailing yang mengalir di tubuh saya berdesir. Ingatan tentang bagaimana saya berpuasa sudah samar-samar, bahkan hampir tidak ada yang special. Tapi hal ini yang membuat saya penasaran, mengapa seorang Baharuddin Aritonang merasa perlu untuk menuliskan bagaimana orang Batak berpuasa.</p>
<p><span id="more-69"></span>
<p>Dengan mantap buku itu saya bayar dan saya bawa pulang, dalam hati saya berjanji akan memeriksa rak buku saya kembali untuk mencari buku &#8220;Orang Batak Naik Haji&#8221;.</p>
<p>Menilik sampulnya, sekilas saya berpikir bahwa buku ini mungkin buku yang serius. Mungkin hanya berisi referensi atau kajian pustaka. Tapi ternyata dugaan saya salah besar.</p>
<p>Buku ini asik banget! <em>Sumpeh</em>.</p>
<p>Baharuddin Aritonang menuliskan kenangannya sebagai anak yang tumbuh dan besar di kota Padangsidimpuan, kota yang sama tempat saya dilahirkan.</p>
<p>Buku ini adalah mesin waktu yang membawa saya kembali ke masa kecil hingga saya remaja (SMP). Membaca buku ini saya bisa membayangkan kembali kota Padangsidimpuan dengan aliran sungai Batang Ayumi yang masih deras dan jernih. Pasar Balerong Batu dan Pasar Baru tempat saya banyak menghabiskan waktu membantu dan menemani nenek berdagang kain atau kebun kelapa yang luas di Padangmatinggi tempat saya menghabiskan waktu dengan kakek, mengangkut kelapa yang telah dipetik dan dikupas untuk dijual di pasar.</p>
<p>Saya jadi mengerti mengapa Baharuddin Aritonang menfokuskan pada orang Batak berpuasa. Saya baru menyadari bahwa puasa buat kami orang Batak Mandailing, bukan sekedar urusan dogmatis agama, tapi banyak budaya dan kekhas-an yang membuat urusan puasa  dan segala hal yang berlangsung selama bulan puasa menjadi unik. Dan semua ini dicatat runut oleh Baharudding Aritonang mulai sejak menjelang puasa hingga lebaran tiba.</p>
<p>Pernah mendengar istilah padusan? Atau di Sumatera Barat disebut Balimau, maka di Mandailing kami menyebutnya dengan istilah Marpangir. Saya sempat mengalami asiknya kenangan marpangir di sungai di daerah Parsasiran. Mandi di sungai berair deras dan jernih, melompat dari batu ke lubuk yang lebih dalam. Bermain air sepuasnya, lebih asik dan menantang dari waterboom manapun. Capek bermain tinggal menepi menikmati bekal yang di bawa dari rumah dalam rantang bersusun. Habis mandi tinggal berjalan sedikit ke hulu menadahkan mulut ke mata air yang mengucur dari akar pohon besar.</p>
<p>Baharuddin Ar itonang, memulai deretan kisah Orang Batak Berpuasa dari budaya Marpangir sebagai salah satu persiapan menyambut bulan puasa, disamping membersihkan rumah dan pekarangan. Kemudian berlanjut ke kisah tentang bagaimana kebanyakan orang Batak Mandailing mensikapi penetapan awal bulan puasa. Pemahaman NU dan Muhammadiyah banyak mewarnai perbedaan warga Batak Mandailing dalam beribadah khususnya berpuasa. Dan perbedaan ini direkam oleh Baharuddin dengan indah. Mulai dari perbedaan penetapan bulan puasa, jumlah rakaat shalat witir, qunut atau tidak hingga penerimaan terhadap adat istiadat Batak seperti Mangupa. Saya kerap tersenyum membaca tulisannya, seperti bisa melihat diri saya menjadi bagian dari cerita yang dituturkan.</p>
<p>Buku ini membawakan hal-hal berharga yang menjadi bagian masa kecil saya. Jika tidak membaca buku ini bukan tidak mungkin bagian-bagian tersebut hilang perlahan tanpa saya sadari.</p>
<p>Ikan-ikan yang dulu sering menjadi lauk di atas meja makan, perlahan mulai hilang dari pasaran seiring hilangnya sungai-sungai berair jernih dari Padangsidimpuan. Sebut saja ikan Sikating, Mirik, Itcor, Lelan, Inggit-inggit hingga ikan Mera/Garing (Jurung) yang konon merupakan ikan makanan para Raja. Ikan-ikan ini mulai langka, mungkin hanya tinggal nama, bila tidak ada yang menuliskannya seperti Baharuddin Aritonang, bisa jadi namanya pun tidak akan terkenang.</p>
<p>Buat saya sebagai seorang yang lahir dan beranjak besar di kota Padangsidimpuan lalu merantau ke negeri seberang (Pulau Jawa), buku ini menjadi penting sebagai pengikat kenangan atau seperti yang saya  tuliskan sebelumnya menjadi mesin waktu yang menerbangkan saya kembali ke masa lalu, ke kota saya lahir dan tumbuh, di saat &#8220;pulang&#8221; menjadi hal yang semakin mahal.</p>
<p>Buku ini membuat saya semakin rindu untuk pulang, meski ketika pulang nanti kota yang saya tuju bukan lagi seperti kota Padangsidimpuan yang lekat dalam ingatan.</p>
<p>Kemarin, ketika saya menelepon Bapak untuk menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran cucu keduanya, ternyata Bapak sedang asik memancing ikan, hobi yang telah beliau tekuni bertahun-tahun.</p>
<p>&#8220;Pak, saya kangen makan ikan Itcor, di kampung kita masih ada nggak ya?&#8221; tanya saya pada Bapak.</p>
<p>&#8220;Makanya pulang lah, Butet. Nanti Bapak carikan&#8221;</p>
<p>Saya terharu mendengar jawaban beliau. Mencari Itcor bisa jadi lebih susah dari pada mencari emas. Tapi saya yakin, buat seorang putrinya seorang ayah akan mau melakukan apa saja, termasuk mencari ikan Itcor yang semakin langka.</p>
<p>&#8220;Iya, Pak. Insyaalloh lebaran nanti saya pulang&#8221; saya berjanji pada Bapak yang disambutnya dengan ucapan syukur dengan nada suara yang senang.</p>
<p>Saya sangat berterimakasih pada Bapak Baharuddin Aritonang yang telah menuliskan buku berharga ini.</p>
<p>Buku yang harus(nya) dibaca oleh anak-anak Padangsidimpuan yang tinggal di perantauan atau sangat pantas dibaca oleh siapa saja yang mencintai keindahan budaya Indonesia yang beragam.</p>
<p>
Bisa dibeli di : <a href="http://www.Bukabuku.com">www.Bukabuku.com</a></p>
<p>Atau, baca versi onlinenya di : <a href="http://books.google.co.id/books?id=oBW6rIL5TZQC&amp;pg=PP1&amp;dq=Orang+Batak+berpuasa">Google Book </a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=69&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/06/30/orang-batak-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/06/orangbatakpuasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">orang batak puasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayahku, Sahabatku</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/05/14/ayahku-sahabatku/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/05/14/ayahku-sahabatku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 04:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/05/14/ayahku-sahabatku/</guid>
		<description><![CDATA[Saya senang mendengar cerita teman-teman saya. Ibu-ibu bercerita tentang anak-anaknya, tentang suami mereka, mertua atau tetanggga mereka. Atau teman saya yang masih pacaran cerita tentang pacarnya, tentang masalah sama keluarga dll. Banyak ilmu yang berharga yang saya dapatkan. Tetapi, cerita yang paling menarik menurut saya adalah cerita keluarga dari sudut pandang seorang ayah.
Saya sangat menikmati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=65&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img height="228" alt="daddy s by frightenupthedays" src="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/05/daddy__s_by_frightenupthedays.jpg?w=235&#038;h=228" width="235" align="left" />Saya senang mendengar cerita teman-teman saya. Ibu-ibu bercerita tentang anak-anaknya, tentang suami mereka, mertua atau tetanggga mereka. Atau teman saya yang masih pacaran cerita tentang pacarnya, tentang masalah sama keluarga dll. Banyak ilmu yang berharga yang saya dapatkan. Tetapi, cerita yang paling menarik menurut saya adalah cerita keluarga dari sudut pandang seorang ayah.</p>
<p>Saya sangat menikmati mendengarkan cerita dari Pak Beruang Madu tentang anak lelakinya yang sekarang sudah sekolah TK. Atau cerita Pak Beruang Kutub tentang 3 anak gadisnya.</p>
<p>Seperti kemarin Pak Beruang Madu cerita bahwa dia kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan anaknya. Pada suatu hari, seorang pemuda tetangga mereka ditangkap polisi dan polisi tersebut melepaskan tembakan. Medengar letusan senjata api Pak Beruang Madu berlari keluar untuk cari tahu tentang kejadian itu.</p>
<p>Saat kembali ke rumah dia diserbu dengan pertanyaan dari anaknya.</p>
<p>A: <em>Abi, tadi ada apa?</em></p>
<p>PakBeruangMadu: <em>Ada orang jahat ditangkap polisi.</em></p>
<p>A: <em>Siapa?Aku kenal nggak Bi?</em></p>
<p>PBM: <em>Orang belakang. Kamu nggak kenal</em> .</p>
<p>A: <em>Namanya siapa Bi? Biar aku tau</em> .</p>
<p>PBM: <em>Kamu nggak perlu tau.</em></p>
<p>A: <em>Emangnya Abi nggak suka kalau aku banyak tau?</em></p>
<p>PBM: <em>Bukan begitu, nggak semua hal kamu harus tau.</em></p>
<p>Saya lalu bertanya, <em>&#8216;Pak, kenapa Bapak nggak kasi tau namanya aja?&#8217;</em></p>
<p>PBM: <em>&#8216;Kalau saya kasi tau, saya khawatir kejadian ini melekat dalam ingatannya ketika dia keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya dia bilang sama teman-temannya kalau &#8220;Si X itu orang Jahat&#8221;</em></p>
<p><span id="more-65"></span>
<p>Saya mengangguk-angguk. Oh, begini rupanya mendidik anak, saya berkata dalam hati. Karena kalau saya di posisi itu bisa jadi saya menyebutkan namanya dan menakut-nakuti supaya dia nggak nakal dan nggak ditanggap polisi.</p>
<p>PBM: <em>&#8216;Re, aku heran ya kok anakku bisa begitu ya?</em></p>
<p>R: <em>Yee, bapaknya aja begini.hehehe</em></p>
<p>PBM: <em>Tapi nggak lho Re, aku dulu waktu kecil pendiam. Nggak banyak ngomomong.</em></p>
<p>R: <em>Ah masa sih, Pak? Bapak nggak ingat kali?</em></p>
<p>PBM: <em>Iya, serius. Aku masih ingat kok.</em></p>
<p>Saya membayangkan bagaimana orang &#8217;sebawel&#8217; Pak Beruang Madu ternyata kecilnya pendiam.</p>
<p>R: <em>Mungkin karena nggak ada kesempatan untuk banyak ngobrol dengan ortu kali, Pak?</em></p>
<p>PBM: <em>Iya kali Re, mungkin juga karena sekarang saya memposisikan diri saya dengan Nando itu adalah <strong>sebagai Teman</strong>. Sementara dulu relasi saya dengan Bapak saya adalah <strong>relasi &#8220;Ayah-Anak&#8221;</strong></em></p>
<p>Obrolan ini terus membayang dalam benak saya. Saya masih ingat bagaimana Pak Beruang Madu membahasakan dirinya dan anaknya dengan &#8220;Aku dan Kamu&#8221;, bukan &#8220;Abi dan Kamu&#8221;.</p>
<p>Saya membandingkan dengan diri saya, mengingat kembali bagaimana hubungan saya dengan Bapak. Jarak rasa saya dengan Bapak terlanjur jauh. Jangankan menjadi &#8220;Teman&#8221;, menjadi &#8220;Ayah dan Anak&#8221; saja saya baru merasakannya setelah saya cukup dewasa.</p>
<p>Meski saya berusaha mengambil hati beliau, dan beliau juga tampak seperti ingin memiliki kedekatan dengan saya seperti kedekatan saya dengan Umak, namun itu tidak bisa menebus puluhan tahun waktu yang terlewat. Mengingat ini membuat saya jadi mellow lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bila Allah ijinkan kelak saya memiliki anak-anak, saya ingin anak-anak saya menjadikan Ayah dan Ibu mereka sebagai teman atau sahabat pertama mereka sebelum mereka menemukan teman di tempat bermain atau di sekolah. Ketika sahabat mereka datang dan pergi silih berganti, mereka selalu dapat menemukan sahabat sejati menunggu di rumah mereka siap mendengarkan curhat mereka kapan saja dan tentang apa saja.</p>
<p>Sahabat saya ketika SMA dan ketika kuliah sudah banyak yang menjadi Ayah. Ada yang menjadi ayah dari seorang Putra, atau ayah dari seorang putri.</p>
<p>Saya kurang tahu, apakah menjadi ayah dari seorang anak laki-laki lebih mudah daripada menjadi Ayah dari seorang anak perempuan. Tapi apapun amanah yang Allah percayakan, semoga hanya saya anak perempuan terakhir di dunia ini yang pernah merasakan &#8220;berjarak&#8221; dengan ayahnya sendiri, dan tidak adalagi ayah di dunia ini yang menyesal di hari tuanya karena tidak mengenal putra-putrinya sama sekali.</p>
<p>Salam hormat saya buat Ayahanda saya, lelaki-lelaki baik yang saya kenal dan kini telah menjadi ayah, para sahabat yang dipertemukan kembali lewat internet.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=65&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/05/14/ayahku-sahabatku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/05/daddy__s_by_frightenupthedays.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">daddy s by frightenupthedays</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadiah di ujung Tahun 2008</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/01/05/hadiah-di-ujung-tahun-2008/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/01/05/hadiah-di-ujung-tahun-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 07:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/01/05/hadiah-di-ujung-tahun-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, ketika membuka detik.com saya melihat ada iklan LG Cookie pada sebuah kolom. Selama ini saya tidak begitu antusias pada iklan-iklan di detik.com apalagi kadang terasa mengganggu kenyamanan saat membaca berita, alias &#8220;berisik oleh iklan&#8221;. Tapi ya,  sebagaimana media lain, hidupnya kan disokong pemasukan dari iklan.
Kali ini iklan LG Cookie agak menggelitik rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=60&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img height="405" alt="banner kp500small" src="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/01/banner-kp500small3.jpg?w=225&#038;h=405" width="225" align="left" />Suatu hari, ketika membuka detik.com saya melihat ada iklan LG Cookie pada sebuah kolom. Selama ini saya tidak begitu antusias pada iklan-iklan di detik.com apalagi kadang terasa mengganggu kenyamanan saat membaca berita, alias &#8220;berisik oleh iklan&#8221;. Tapi ya,  sebagaimana media lain, hidupnya kan disokong pemasukan dari iklan.</p>
<p>Kali ini iklan LG Cookie agak menggelitik rasa ingin tahu saya. Ketika iklan itu saya klik, saya langsung dibawa ke halaman <a href="http://www.tokolg.com/v4/index.php/?promotion/index/0006">Promosi LG</a>. Dengan seruan, <strong>&#8220;Dapatkan kesempatan istimewa untuk menggunakan produk terbaru LG Mobile selama 1 bulan. Hanya dengan deposit separuh harga, Anda dapat memilikinya!&#8221;</strong></p>
<p>Ow, saya langsung  tergoda. Hehehe.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya langsung menuju ke pendaftaran online. Syaratnya tidak begitu sulit, hanya mengisi nama, alamat, nomor KTP dan menuliskan beberapa paragraf tentang mengapa saya menginginkan HP ini, dan mengapa saya yang harus dipilih untuk mengerima satu dari 300 handphone KP500 yang akan dibagikan.</p>
<p>Mulailah saya meluncurkan rayuan gombal. Tidak gombal-gombal amat sih, tapi setidaknya saya menyebutkan beberapa poin.</p>
<p>Pertama, saya salah seorang wanita yang menggemari info gadget terbaru (walaupun tidak selalu beruntung untuk memilikinya hehehe). Untuk masalah teknologi handphone, beberapa teman memercayakan pada saya kira-kira handphone apa yang saya rekomendasikan untuk mereka. Tentu dengan menganut dua hal utama, <strong>BAGUS dan MURAH.</strong></p>
<p><img height="235" alt="alcatel-ot-757-1" src="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/01/alcatel-ot-757-1.jpg?w=235&#038;h=235" width="235" align="left" />Yang kedua, <strong>saya bukan Nokia Mania</strong>. HP kesayangan saya yang bernama <strong>Jasmine, </strong> merupakan produk keluaran <strong>Alcatel</strong>, tipenya <strong>OT 757</strong>. Handphone yang saya beli pada pertengahan tahun 2006 ini sempat mencuri perhatian bapak-bapak hehehe, ya maklum saja, dikantor saya kan kebanyakan bapak-bapak. Bahkan ada yang dengan heroik berseru, &#8220;KUTUNGGU JANDAMU&#8230;&#8230;&#8221; alias mereka berharap ketika saya bosan dengan HP ini, dengan senang hati dia akan membelinya. Tapi Hp saya yang berwarna merah menggoda ini tidak pernah menjadi janda, si bapak pun tidak sabar menunggu, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli hanphone baru. Seperti yang saya sarankan, dia tidak membeli nokia tapi LG, karena jika bujet terbatas dan ingin mendapatkan fitur yang lengkap pilihlah Sonny Ericson, LG atau Motorolla.</p>
<p>Kembali ke gombalan saya tadi, perpaduan dari dua hal di atas jelas sangat menguntungkan buat vendor gadget yang saya gunakan, karena begitu saya puas dengan kualitas sebuah barang, saya tidak akan pelit membagi informasi keunggulan barang tersebut dan dengan senang akan mempromosikannya, Gratis!</p>
<p>Kalau ada kesempatan online, saya suka menyempatkan diri untuk membuka <a href="http://gsmarena.com/">gsmarena.com</a> dan mencari informasi harga di <a href="http://www.ponseljakarta.com/">ponseljakarta.com </a></p>
<p>Nah, kalau saya dapat kesempatan menang LG KP500 ini, saya untung bangsa untung&#8230; ups..LG untung! hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Eh ternyada dari seribuan pendaftar (katanya), saya jadi salah satu yang beruntung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Alhamdulillahirobbilalamiin.</p>
<p>Saya memang mengimpikan bisa memiliki HP yang bisa &#8216;lembut&#8217;, yang tidak bikin jari-jari saya makin segede pisang kepok memincit tombolnya yang keras.</p>
<p>KP 500 Cookie ini, aduhai lembutnya.. menyentuhnyapun saya jadi sungkan.</p>
<p>Hihihihihi&#8230;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=60&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2009/01/05/hadiah-di-ujung-tahun-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/01/banner-kp500small3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banner kp500small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2009/01/alcatel-ot-757-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alcatel-ot-757-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urang Padang, Pembantu Baru dari Jawa atau Ondel-Ondel</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/08/21/urang-padang-pembantu-baru-dari-jawa-atau-ondel-ondel/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/08/21/urang-padang-pembantu-baru-dari-jawa-atau-ondel-ondel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 07:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/08/21/urang-padang-pembantu-baru-dari-jawa-atau-ondel-ondel/</guid>
		<description><![CDATA[Mamak jarang sekali SMS, alasannya karena harus pake kacamata dulu sebelum membuka membuka HP. Karena itu saya kaget ketika mendapati di inbox saya ada sms dari Mamak.
Mamak dan Bapak memang sedang dalam perjalanan pulang dari kota Jambi menuju Padangsidimpuan, tiap beberapa jam saya memantau lewat telepon, apakah perjalanan mereka lancar dan sudah tiba dimana. Kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=51&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mamak jarang sekali SMS, alasannya karena harus pake kacamata dulu sebelum membuka membuka HP. Karena itu saya kaget ketika mendapati di inbox saya ada sms dari Mamak.</p>
<p>Mamak dan Bapak memang sedang dalam perjalanan pulang dari kota Jambi menuju Padangsidimpuan, tiap beberapa jam saya memantau lewat telepon, apakah perjalanan mereka lancar dan sudah tiba dimana. Kali ini sebelum saya bertanya, mamak sudah terlebih dahulu memberi kabar.</p>
<p><em><strong>Mama uda di palupuh lai taringet jo urang padang</strong></em></p>
<p>Saya tersenyum geli sesudahnya. Saya tau, Mamak hendak menggoda.</p>
<p>Dulu,,,</p>
<p>Semasa SMA, Mamak menjuluki saya <em>&#8216;orang</em> <em>Darek&#8217;</em>, sebutan orang suku minang di daerah saya. Konyolnya lagi, kalau beli sate padang, Mamak akan mendorong-dorong agar saya yang memesan, alasan Mamak : <em><strong>sesama orang Darek nanti akan dikasi porsi yang lebih banyak</strong></em>. Tentu dengan menggunakan bahasa dan logat Padang.</p>
<p>Setelah saya pindah ke Jogja, julukan &#8216;Urang Padang&#8217; saya berkurang. Sebagai gantinya, Mamak makin sering menggoda saya <em><strong>&#8216;Wong Jowo&#8217;</strong></em> yang menurut beliau &#8216;terlalu halus&#8217; untuk menjadi orang Batak. Bagaimana tidak, nyali saya ciut bila mendengar gelegar suara Bapak padahal beliau sedang tidak marah.</p>
<p>Suatu hari, seorang keluarga jauh yang berkunjung ke rumah. Seperti biasa saat dirumah adalah saatnya saya bertugas merapikan segala penjuru rumah, membongkar dapur juga merapikan ruang makan yang berfungsi sebagai ruang keluarga.</p>
<p>Setengah berbisik (tapi tetap terdengar oleh saya) sang tamu bertanya pada Mamak,,, &#8220;Kak, itu siapa ya?&#8221;</p>
<p>Cepat sekali Mamak menjawab sambil tertawa, &#8220;Ooooh,,,, itu <em><strong>pembantu kami yang baru datang dari Jawa</strong></em>&#8220;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hahahaha,,,,,,,</p>
<p>Tapi meski begitu sang tamu percaya saja dengan ucapan Mamak. Secara tampang dan performa saya cukup meyakinkan : Pake kaos panjang, bawahan kain sarung, kain lap yang tersampir di bahu dan kerudung kucel yang sesekali multifungsi sebagai kain lap <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Selain itu karena saya sangat jarang berada di rumah, hanya keluarga dekat saja yang mengenal saya. Sisanya hanya mengenal sekedar nama atau dulu kenal lalu pangling.</p>
<p>Setelah tiga tahun  di Jakarta, saya baru pulang 2 kali. Saat adik saya menikah lalu saat Mamak dan Bapak berangkat haji, momennya kurang tepat untuk Mamak menggoda saya.</p>
<p>Tebakan saya, bila ada orang bertanya itu siapa, bisa jadi Mamak akan bilang : &#8220;ooooh,,,,<strong><em>itu ondel-ondel yang baru datang dari Jakarta&#8221;</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img height="168" alt="fbplantik93" src="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2008/08/fbplantik93.jpg?w=225&#038;h=168" width="225" /></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=51&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/08/21/urang-padang-pembantu-baru-dari-jawa-atau-ondel-ondel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikehidupan.files.wordpress.com/2008/08/fbplantik93.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fbplantik93</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Begerak Saja Kita, Mak..</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/31/begerak-saja-kita-mak/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/31/begerak-saja-kita-mak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 01:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/31/berenang-saja-kita-mak/</guid>
		<description><![CDATA[Bercerita tentang Mamak selalu bisa membuat mata saya menghangat. Setelah saya semakin dewasa, komunikasi dengan Mamak jauh membaik. Tidak hanya komunikasi lewat kata-kata tapi juga komunikasi bathin. Banyak hal yang yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata terwakili oleh pengertian beliau, &#8220;Iya lah Tet, Mamak ngerti&#8221; demikian ucapan khas beliau.
Banyak masalah keluarga yang bisa kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=48&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bercerita tentang Mamak selalu bisa membuat mata saya menghangat. Setelah saya semakin dewasa, komunikasi dengan Mamak jauh membaik. Tidak hanya komunikasi lewat kata-kata tapi juga komunikasi bathin. Banyak hal yang yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata terwakili oleh pengertian beliau, &#8220;<em>Iya lah Tet, Mamak ngerti&#8221;</em> demikian ucapan khas beliau.</p>
<p>Banyak masalah keluarga yang bisa kami bicarakan, saya kini bisa jadi teman curhat Mamak dan demikian sebaliknya. Mamak curhat urusan rumah tangga, masalah yang beliau pendam selama ini, masalah anak-anaknya yang lain (selain saya), masalah Bapak saya, serta masalah adik perempuan yang mulai beranjak remaja. Saya curhat urusan kantor, Bos yang bawel, curhat urusan cowok (yang nyebelin), curhat masalah perjodohan, surhat kos-kosan yang mau habis dll.</p>
<p>Karena komunikasi yang semakin terbuka, belakangan baru saya tahu bahwa rumah tangga yang diamanahkan pada Mamak tidak selalu baik-baik saja. Ada puluhan masalah yang terpendam di balik keriangan Mamak menghadapi kehidupan. Belakangan juga saya tau, bahwa masalah yang terpendam itu bisa menjelma menjadi penyakit yang menggerogoti tubuh Mamak.</p>
<p>Mengingat hal ini terbersit penyesalan dalam hati saya, saya <em>terlambat</em> &#8220;mengenal Mamak&#8221; sebagai teman dan sahabat saya. Karena selama ini saya hanya mengenal Mamak sebagai Ibunda, maka Mamak sebagai orang tua seperti membuat batas dengan saya. Mamak, satu dari orang tua yang berprinsip apapun masalah orang tua dan masalah rumah tangga, anak-anak tidak perlu tahu.</p>
<p><span id="more-48"></span>
<p>Tapi bagaimanapun saya sadar itu adalah naluri orang tua. Karena sebagai anak pun saya memiliki naluri untuk menyembunyikan masalah-masalah saya agar tidak sampai menambah beban pikiran orang tua.</p>
<p>Seperti biasa akhir atau awal bulan merupakan waktu buat saya menunaikan kewajiban membantu orang tua, sebatas kemampuan saya, meski mereka sama sekali tidak meminta.</p>
<p>Bulan-bulan terakhir ini saya merasa kondisi yang dihadapi semakin berat, kalau kemarin-kemarin saya bisa mengajak adek saya untuk bergotong-royong, bulan ini saya hanya bisa menarik nafas lebih dalam. Karena suatu hal adek saya memutuskan keluar dari pekerjaannya dan berniat untuk pergi merantau ke pulau seberang.</p>
<p>Saya menekankan satu hal, ketika adek saya selesai kuliah maka selesai juga tanggung jawab finansial dari orang tua. Alhamdulillah, itu artinya tanggung jawab terhadap adek kembali ke tangan saya.</p>
<p>Memikirkan semuanya, otak saya jadi berdenyut seperti kalkulator. Menghitung antara rizki yang ada dan keperluan yang harus ada, dengan hati yang tidak berhenti berzikir agar Allah SWT menambahkan rizki itu entah bagaimanapun caranya hehehe,,,, Sepertinya terlalu memaksa, tapi biarlah kalau bukan pada Allah SWT pada siapa lagi saya bisa menghiba-hiba minta dihasihani hehehehe,,,,</p>
<p>Ahirnya curhat juga saya sama Mamak, menyebutkan nominal yang cukup besar yang dibutuhkan adik saya untuk persiapan perantauannya.</p>
<p>Mamak : &#8220;<em><strong>Oih dah!*,</strong></em> dari mana lah dapat semuanya itu, Nang?&#8221;</p>
<p>Saya : &#8220;Hehehehe,,,, <em><strong>markais*</strong></em> lah Mak&#8221;</p>
<p>Mamak : &#8220;Sakit kali lah kepala awak memikirkannya ya, Tet&#8221;</p>
<p>Saya : &#8220;Jangan dipikirkan Mak, kalok dipikir sakit lah kepala. Yang penting awak bergerak terus Mak&#8221;</p>
<p>Mamak: &#8220;Bergerak <strong><em>kek mana*</em></strong> maksut Butet?&#8221;</p>
<p>Saya :&#8221; Bergerak gini Mak, kayak kalau kita lagi berenang kan harus bergerak terus, kalau diam bisa tenggelam kita Mak&#8221;</p>
<p>Mamak : &#8220;O, gitunya,,,. Iya jugak ya Tet. Maksud Butet nggak berenti kita berusaha dengan keimanan sama Allah, gitu nya?&#8221;</p>
<p>Saya : &#8220;Nah iya begitu Mak, urusan kita manusia kan menyempurnakan ikhtiar, urusan hasilnya biar Allah yang ngasi, yang menambahkan dan yang melipatgandakan&#8221;</p>
<p>Beberapa saat saya dan Mamak sama-sama diam, saya membayangkan bisa memeluk tubuh Mamak dari jauh, dengan tangan yang tidak bisa menyentuh Mamak. Andai bisa dipindahkan semua berat beban yang ditanggung oleh Mamak ke pundak saya biar saja saya yang menanggung.</p>
<p><em>&#8220;La yukallifulloha nafsan illa wus&#8217;aha&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>Allah SWT tidak akan membebankan hambanya sesuatu diluar batas kemampuannya.</em></p>
<p>Kalimat itu terngiang dalam telinga hati saya, menenangkan jiwa, dan mengangkat beban yang terasa menghimpit.</p>
<p><em>Percaya lah Mak, semua ini kita hadapi karena Allah menilai kita masih sanggup untuk menanggungnya,,,</em> Saya bisikkan kalimat itu pelan, semoga angin menyampaikannya ketelinga hati Mamak agar beban dipundak Mamak juga terasa lebih ringan.</p>
<p><em>Butet sayang sama Mamak,,,,,,</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Oih dah! = Aduh-aduh&#8230;</p>
<p>Markais = Mengais,  cara ayam mencari makanan dengan mencakar-cakar tanah.</p>
<p>kek mana = bagaimana</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=48&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/31/begerak-saja-kita-mak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akil baligh, Aurat dan Rok</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/25/akil-baligh-aurat-dan-rok/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/25/akil-baligh-aurat-dan-rok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 05:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/25/akil-baligh-aurat-dan-rok/</guid>
		<description><![CDATA[Ini kenangan saya dimasa SD kelas 4-6 atau di madrasah ibtidaiyah kelas 2 sampai kelas 4.
Akil Baligh atau dewasa dalam ukuran agama, ditandai dengan haid dan mimpi basah. Saya malu mengingat dangkalnya pengertian mimpi basah buat saya dan teman-teman sekelas ketika itu. Ibu Guru kami dengan wajah memerah hanya menjelaskan bahwa mimpi basah itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=46&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini kenangan saya dimasa SD kelas 4-6 atau di madrasah ibtidaiyah kelas 2 sampai kelas 4.</p>
<p>Akil Baligh atau dewasa dalam ukuran agama, ditandai dengan haid dan mimpi basah. Saya malu mengingat dangkalnya pengertian mimpi basah buat saya dan teman-teman sekelas ketika itu. Ibu Guru kami dengan wajah memerah hanya menjelaskan bahwa mimpi basah itu adalah ketika anak lelaki bangun dan mendapati pakaian dalamnya basah. &#8220;<strong><em>Ngompol dong Buuuuuuu&#8230;&#8230; &#8220;</em></strong>seru kami, anak-anak perempuan sambil ketawa cekikikan, sementara anak laki-laki mencak-mencak karena sulit buat mereka menjelaskan alasannya kenapa sebesar itu masih ngompol <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Sedangkan membayangkan haid  buat kami adalah mimpi buruk dan horor paling menyeramkan yang harus kami terima. Membayangkan darah saja saya sudah pusing. Yiiikks!</p>
<p>Saya pernah punya pikiran nyeleneh semasa SD, berkaitan dengan konsep akil baligh dan kedewasaan ini. Guru agama juga Guru di Madrasah Ibtidaiyah menjelaskan konsekuensi akil baligh. <strong>Akil baligh berarti tanda bahwa setiap anak mulai bertanggung jawab dengan segala perbuatannya di hadapan Allah SWT, mulai menerima kewajiban-kewajiban syariat dan harus lebih menjaga ahlaq. yang pasti, dosa dan pahala akan ditanggung sendiri.</strong></p>
<p>Saya ingat sekali, bahwa saat itu saya mengacungkan tangan bertanya pada Bu Guru. &#8220;<strong>Ibu, apakah sebelum baligh tidak berdosa melakukan kenakalan dan hal-hal yang melanggar syariat?&#8221;.</strong> Ibu Guru menjawab, tetap berdosa, tetapi orang tualah yang menanggungnya.</p>
<p>Dalam hati saya berteriak, Yesss!!!!!. Itu artinya saya masih punya kesempatan untuk melakukan kenakalan-kenakalan sebelum tiba masanya saya menanggung sendiri dosa dan pahala saya. Jadi tunggu apalagi? Go on&#8230;! Hehehehe&#8230;&#8230;..</p>
<p><span id="more-46"></span>
<p>Kenakalan saya agak mereda ketika diajarkan lagi konsep <strong>birrul walidayn</strong>. Saya mendapat pencerahan, bahwa <strong>berbakti pada orang tua adalah mendoakannya, tidak membentaknya (berkata keras, kasar, membantah) dan berkata &#8220;Ah!&#8221; serta bersikap baik</strong>. Jadi, ketika saya semakin nakal, saya semakin khusuk mendoakan Orang Tua saya (Maafkan anakmu ini Pak, Mak&#8230;&#8230;).</p>
<p>Jadi saran saya pada Bapak/Ibu Guru dan para orang tua, lebih bijaklah dalam mengajarkan konsep akil baligh, tanggung jawab dan dosa pada anak-anak Anda. Yang jelas, kelak bila saya jadi Ibu, saya nggak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kalau anak saya pengen ngadalin saya, saya akan bilang <strong><em>&#8220;Eits,,, buaya kok mau dikadalin&#8221; hihihihihi.</em></strong></p>
<p>Selain tanggung jawab syariat rukun Islam bagi yang sudah baligh, kami juga ditekankan bahwa tidak pantas untuk <strong>memamerkan aurat</strong>. Bengalnya kami adalah sering kali kami melalaikan urusan aurat ketika bermain. Misalnya, melepas kerudung supaya leluasa bermain karet atau <strong><em>maryeyek</em></strong> <em>(diucapkan seperti peyek).</em> Atau mengangkat rok tinggi-tinggi sampai diatas lutut agar leluasa berlari dan kejar-kejaran, tentu semua ini dilakukan demi alasan praktis, bukan untuk <strong><em>pamer</em></strong> aurat.</p>
<p>Setelah kelas 6 SD kebanyak teman-teman wanita lebih memilih permainan sederhana seperti kuaci (dakocan), bekel. dll. Karena siapa yang ketahuan buka kerudung atau mengangkat rok tinggi-tinggi harus siap kena jeweran guru agama, yaitu uak saya. Permainan-permainan itu sungguh tidak menarik. Main kuaci membuat telapak tangan saya lecet, main bekel hanya butuh modal batu kerikil. Apalagi main <em><strong>bongkar pasang</strong></em>, yang kerjaannya cuma gonta-ganti baju boneka kertas. </p>
<p>Jadi saya dan beberapa teman menekuni permainan kelereng dan tidak bisa berhenti bermain kejar-kejaran seperti permainan <strong><em>&#8220;galah panjang&#8221;</em></strong>,  <strong>&#8220;<em>Main sembar&#8221;,</em></strong> &#8220;<strong><em>Main Bola Kasti&#8221;.</em></strong> Takut kena hukuman di sekolah, saya tidak berani mengangkat rok saat bermain, akibatnya sudah jelas, rok saya tidak pernah normal. Jahitan disamping kiri, kanan dan belakang selalu sobek jahitannya sampai ke betis. Akibatnya lagi, tentu saya dapat hukuman jeweran di perut dari uak. Tapi buat saya itu jauh lebih baik dari pada dihukum di sekolah dan ditertawakan teman sekelas.</p>
<p>Dengan sabar uak menjahit kembali rok saya yang sobek, mungkin uak juga merasa ini adalah imbas dari peraturan yang diterapkannya di sekolah.</p>
<p>Tapi manusia kan punya rasa bosan juga. Lama-lama uak saya bosan berada dalam lingkaran siklus rok saya. Dijahit &#8211; sobek &#8211; dijahit lagi &#8211; sobek lagi &#8211; dijahit lagi lagi &#8211; sobek lagi lagi, dan demikian seterusnya hingga lagi lagi laginya bertambah banyak. Uak sempat mengancam akan menjahit rok saya dengan benang nilon (benang buat pancing), tapi saya tau itu hanya ancaman, mesin jahit singernya mana bisa dipasangi benang nilon. Tapi andai pun bisa, saya pikir itu inovasi yang mengagumkan dalam dunia fasion. Hehehehe&#8230;</p>
<p>Kembali ke konsep akil baligh dan urusan aurat.</p>
<p>Didikan ini terus terpatri di dalam kepala saya. Mungkin ini hikmah pepatah yang berkata  <strong>belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu</strong>. Saya sudah baligh ketika kelas 6 SD, artinya ketika masuk SMP saya harus tetap mengenakan penutup aurat, meski rok pendek seragam putih biru itu sangat menggoda untuk dikenakan. Alasannya sederhana. Saya masih bandel dan nakal, dosa-dosa saya akibat kenakalan itu sudah cukup banyak, kalau harus di tambah dengan dosa membuka aurat, saya amat yakin saya harus <strong><em>ngesot</em></strong> di hadapan Allah SWT karena tidak mampu berjalan dengan berdiri memikul dosa yang berkarung-karung itu.</p>
<p>Mamak saya tidak yakin saya bisa bertahan mengenakan kerudung di masa SMP. Tapi uak merasa senang dan bahagia, merasa didikan berhasil, hehehehe,,,,untuk itu uak harus tetap bersabar untuk terus menjahit rok sekolah saya yang sobek untuk alasan yang berbeda, bukan karena permainan lari-lari, tetapi karena naik sepeda.</p>
<p>Saya tentu iba pada uak, jadi cukuplah bebannya urusan rok sekolah saya. Sisanya, lemari saya dipenuhi tumpukan celana jins yang saya yakini sangat awet dalam masalah kesobekan, dan uak saya terpaksa pasrah menerimanya.</p>
<p>Kelak suatu masa, uak saya akan kembali tersenyum bahagia saat saya  memensiunkan tumpukan jins, kemeja flanel, kaos-kaos dan menghibahkannya buat 2 adik laki-laki saya.</p>
<p>Suatu masa juga saya kembali mengenakan rok. Bukan karena karena seragam. Tapi karena pilihan sadar, dan akhirnya saya belajar untuk menjahit sendiri rok yang sobek itu. Padahal saya sudah nggak lari-larian, ngak main sepeda-sepedaan. Karena lama-lama saya juga bosan menjahit rok yang sobek, saya mulai berpikir dan belajar bagaimana cara berjalan yang tidak menyiksa rok saya, percayalah&#8230;mungkin sekolah kepribadian John Robert Power  yang mendidik para model itu juga kesulitan mengajarkannya pada saya.</p>
<p>Kalau sekarang sih, saya sudah mahir <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=46&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/07/25/akil-baligh-aurat-dan-rok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjumpaan, penampilan dan ucapan yang menyenangkan</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/perjumpaan-penampilan-dan-ucapan-yang-menyenangkan/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/perjumpaan-penampilan-dan-ucapan-yang-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 18:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/perjumpaan-penampilan-dan-ucapan-yang-menyenangkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ade mengaku badannya &#8216;bangkak&#8217; alias membesar, wajar,,,, itu khas badan ibu-ibu. Badan membesar karena kehamilan. Tapi setelah melahirkan bahkan setelah yang lahir bertambah usia sisa-sisa kehamilan itu tidak ikut hilang. Tinggal membekas menjadi kenang-kenangan hehehe.
Saya mengaku mengalami &#8216;kesalahan perkembangangan&#8217; seperti yang disindir iklan susu kalsium. Secara tumbuh itu ke atas, bukan kesamping!.
Menurut saya wajah Ade [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=45&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ade mengaku badannya &#8216;bangkak&#8217; alias membesar, wajar,,,, itu khas badan ibu-ibu. Badan membesar karena kehamilan. Tapi setelah melahirkan bahkan setelah yang lahir bertambah usia sisa-sisa kehamilan itu tidak ikut hilang. Tinggal membekas menjadi kenang-kenangan hehehe.</p>
<p>Saya mengaku mengalami &#8216;kesalahan perkembangangan&#8217; seperti yang disindir iklan susu kalsium. <em>Secara tumbuh itu ke atas, bukan kesamping!</em>.</p>
<p>Menurut saya wajah Ade tidak berubah, hanya tai lalatnya semakin banyak, semakin jelas dikulit putihnya. Tai lalat saya sebenarnya juga semakin banyak cuma nggak begitu kelihatan hihihihi&#8230;.karena kulit saya tidak putih.</p>
<p>Menurut Ade wajah saya juga tidak berubah terutama senyum saya yang rada-rasa senyum jail hihihihi&#8230;. Udara Jakarta sepertinya cocok buat saya kata Ade. Lalu kami sama-sama bercermin lalu cekikikan tertawa geli.</p>
<p>Matahari kota Padang yang terik menerpa pantai bikin saya semakin gosong dan &#8216;kaliang&#8217; alias hitam seperti orang keling. </p>
<p><span id="more-45"></span>
<p>Banyaknya beraktifitas diluar semasa kuliah membuat matahari kota Jogja bebas memanggang kulit saya. Dasarnya memang tidak begitu perduli dengan urusan penampilan, boro-boro memikirkan sun block alias tabir surya, buat saya pada masa itu mending beli buku, majalah dan secukupnya buat beli nasi angkringan plus gorengan. </p>
<p>Sedang di Jakarta, saya keluar rumah saat matahari masih tertutup kabut, baik itu kabut polusi atau mungkin mendung, lalu pulang kerja setelah matahari bergegas sembunyi. Sepertinya langit Jakarta memang selalu kelabu. Itu keberuntungan buat saya, langit menghalangi sinar matahari membakar kulit saya, dia tahu saya sudah cukup gosong hehehehe&#8230;..</p>
<p>Begitulah sisi lain pertemuan saya dan Ade. Pertemuan teman lama, pertemuan dua orang wanita. Khas obrolan wanita, sedikit banyak pasti bersentuhan dengan urusan penampilan. Nggak salah kan?</p>
<p>Satu hal yang menjadi uneg-uneg saya bila bertemu dengan beberapa teman akhwat yang lain, adalah ucapan mereka yang kurang menyenangkan saat berjumpa setelah berapa lama tidak ketemu, setelah cipika cipiki langsung nyeletuk : <em>waduh ukhti kok gemukan syich&#8230;..</em></p>
<p>Kalau sudah begini, saya buru-buru istighfar dalam hati.</p>
<p>Apalagi kalau ditambah ucapan yang terdengar agak sinis : <em>Weh&#8230;. Ukhti udah makmur nich sekarang&#8230;.</em></p>
<p>Astaghfirullah&#8230;.astaghfirullah&#8230;. (jangan su&#8217;udzon Re!)</p>
<p>Belum selesai, tambah lagi : <em>Walau udah makmur jangan ngejar karir lho, ukht&#8230;.kapan nich undangannya&#8230;&#8230;..</em></p>
<p>Help me! Help me! Kalau sudah begini saya teringat kembali keinginan saya untuk punya ilmu menghilang atau ilmu meringankan tubuh agar bisa segera kabur dari hadapannya.</p>
<p>Alangkah indah sebuah pertemuan bila diawali dengan ucapan yang menyenangkan, memuji dengan tulus keluar dari hati. Akhwat juga manusia, bahagia bila mendapatkan sedikit pujian. Bila tidak ada celah untuk memuji tubuhnya dengan kata-kata <em>agak rampingan</em> karena kenyataannya bentuknya membesar, pujilah karena senyumnya yang berseri.</p>
<p>Btw, kalau antar ikhwan atau sahabat laki-laki ketemu apa sich yang diobrolin pertamakali? Masalah jenggot yang tidak bertambah panjang? Baju koko yang keren keluaran PREVIEW desain Itang Yunaz? Atau parfum wangi apa yang dipake saat jumatan kemarin?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=45&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/perjumpaan-penampilan-dan-ucapan-yang-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 jam bersama Ade</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/4-jam-bersama-ade/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/4-jam-bersama-ade/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 17:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/4-jam-bersama-ade/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya 4 jam, dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Dari Crowne Plaza hingga Bendungan Hilir.
Bertiga bersama Daffa. Berempat bersama sopir taksi blue bird (yang satu ngeselin dan yang satunya lagi baik). Berempat dengan Dokter Widodo di ruang Klinik Picky Eater yang penuh dengan boneka dan mobil-mobilan. Beramai-ramai di ruang tunggu klinik sambil ngawasin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=44&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hanya 4 jam, dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Dari Crowne Plaza hingga Bendungan Hilir.</p>
<p>Bertiga bersama Daffa. Berempat bersama sopir taksi blue bird (yang satu ngeselin dan yang satunya lagi baik). Berempat dengan Dokter Widodo di ruang Klinik Picky Eater yang penuh dengan boneka dan mobil-mobilan. Beramai-ramai di ruang tunggu klinik sambil ngawasin Daffa main dan lari larian. Berlima di kamar lantai 11 dengan Uda Sony yang berkacamata dan Aunty Vi (dengan Daffa yang sedang memerankan belalang, dia melompat terbang, melompat dari spring bed yang satu ke spring bed satunya atau dari spring bed ke sofa atau dari spring bed ke lantai. Catatan : benar-benar melompat terbang loh!).</p>
<p>Banyak yang ingin diceritakan setalah 11 tahun berpisah tapi malah bingung mau cerita apa. Pokoknya ketemu saja sudah senang.</p>
<p>Banyak hikmah, banyak ilmu, banyak wawasan saya bertambah.</p>
<p>Apa saja itu?</p>
<p>Tentang totalitas menjadi ibu, tentang merawat anak dengan special needed (kebutuhan khusus), tentang sabar, tentang ibu yang harus cerdas dan pintar, tentang pengaruh makanan terhadap tumbuh kembang anak.</p>
<p>Saya salut pada Ade.</p>
<p>R : De, mungkin itu sebabnya Allah SWT belum mengamanahi saya menjadi seorang ibu. Mungkin karena saya belum sanggup bila harus menghadapi apa yang Ade hadapi.</p>
<p>Ade menanggapi dengan membesarkan hati saya.</p>
<p>Itulah yang menjadi salah satu renungan saya, pertanyaan itu menggema. Apakah saya sanggup,,,,? Apakah saya mampu,,,,,? Saya haqqul yaqin Maha Rahmaan dan Maha Rahiim nya Allah SWT, bila kelak bila saya diamanahi hal yang sama, Allah SWT pasti tidak akan membiarkan saya sendirian menjalaninya. Lalu hati saya menjadi tenang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=44&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/4-jam-bersama-ade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis menguras emosi</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/menulis-menguras-emosi/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/menulis-menguras-emosi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 16:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/menulis-menguras-emosi/</guid>
		<description><![CDATA[A: Ray, Ade suka baca tulisan Ray. Mengalir. Ade bisa bayangin gimana Mamak Ray kalau ngomong, logat-logatnya itu.
Ade tertawa mengekspresikan pendapatnya. Saya hanya nyengir dan heran atas pendapat Ade.
R: paling karena Ade udah kenal Mamak Ray
A: Gak kenal kok Ray, cuma Ray bisa mengungkapkannya ditulisan.
Saya jadi mikir, Ade bilang tulisan saya mengalir tapi sejujurnya menuliskannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=43&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>A: Ray, Ade suka baca tulisan Ray. <em>Mengalir</em>. Ade bisa bayangin gimana Mamak Ray kalau ngomong, logat-logatnya itu.</p>
<p>Ade tertawa mengekspresikan pendapatnya. Saya hanya nyengir dan heran atas pendapat Ade.</p>
<p>R: paling karena Ade udah kenal Mamak Ray</p>
<p>A: Gak kenal kok Ray, cuma Ray bisa mengungkapkannya ditulisan.</p>
<p>Saya jadi mikir, Ade bilang tulisan saya <em>mengalir</em> tapi sejujurnya menuliskannya seperti menggeser lemari yang berat dan sering tersendat.</p>
<p>R: De, tau gak? Ray rasa menulis itu menguras emosi. Setelah kemarin menulis cerita itu emosi benar-benar terkuras, setelah itu Ray kesulitan untuk menulis lagi.</p>
<p>Ade mengangguk-angguk lalu mengajukan permintaan agar judul tulisan tentang dia di ubah judulnya. Saya akan mempertimbangkan tapi tidak berjanji akan mengubahnya hehehe.</p>
<p>Saya sering termenung lama memandang monitor, kebanyakan bengong tidak tau mau menulis apa dan mulai darimana. Padahal begitu banyak yang bisa ditulis dan tidak ada aturan harus menulis dari A-Z atau D-C-B-A. Ini yang membuat saya kadang heran bagaimana penulis-penulis itu bisa merangkai kata menjadi kalimat hingga menjadi buku atau novel setebal batu bata.</p>
<p>Itu saja yang ingin saya tuliskan untuk judul ini. Saya jadi agak trauma menulis hal-hal yang menguras emosi. Hihihihi&#8230;..sok trauma deh&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=43&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/27/menulis-menguras-emosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ade, Ade, Ade&#8230;</title>
		<link>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/13/ade-ade-ade/</link>
		<comments>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/13/ade-ade-ade/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 05:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lirih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/13/ade-matahari-smti/</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, setelah sekian lama berpisah dengan sahabat saya sewaktu SMTI. Kami bertemu kembali diruang chatting.
Setelah ngobrol ngalor-ngidul tentang teman-teman SMTI obrolan Ade mulai serius.
A: Ray, ade mau express feeling nih. Ade pernah lho ngerasa kehilangan Ray banget&#8230;ga tau gimana, Ray terasa tak terjangkau&#8230;.
Saya deg2an membaca kalimat Ade. Perasaannya sama seperti yang saya rasakan dulu.
Awal2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=42&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Hari itu, setelah sekian lama berpisah dengan sahabat saya sewaktu SMTI. Kami bertemu kembali diruang chatting.</em></p>
<p><em>Setelah ngobrol ngalor-ngidul tentang teman-teman SMTI obrolan A</em><em>de mulai serius.</em></p>
<p>A: Ray, ade mau express feeling nih. Ade pernah lho ngerasa kehilangan Ray banget&#8230;ga tau gimana, Ray terasa tak terjangkau&#8230;.</p>
<p><em>Saya deg2an membaca kalimat Ade. Perasaannya sama seperti yang saya rasakan dulu.</em></p>
<p><em>Awal2 SMTI saya merasa akrab dengan Ade. Parameter keakraban itu misalnya saya sering main ke tempat kos ade, main ke rumah ade di padang panjang dll. Tapi seiring waktu saya merasa ada jarak yang tidak bisa saya jangkau untuk mendekati Ade. Ia semakin populer dan banyak teman2 yang ingin dekat dengannya. Otomatis saya merasa ditinggalkan.</em></p>
<p><em>Menjelang kelas 2 saya semakin akrab dengan Deni hingga akhirnya kami kos di tempat yang sama.</em></p>
<p>R: iyaa&#8230; ray juga&#8230;merasa ditinggalin, merasa bukan siapa-siapa diantara teman2</p>
<p>A: Hah,ngerasa ditinggalin??</p>
<p>R: Iya de, alm. rika yang tau semua yang ray rasa de.</p>
<p>A: Aku sempat sih Ray, melihat Ray menjauh&#8230;.Waktu itu Raya malah lebih dekat ke Donna ya&#8230;Aku malah yang merasa dilupakan&#8230;.Aneh ya?</p>
<p><span id="more-42"></span>
<p><em>Oh iya, saya ingat kejadian ini ketika awal-awal kelas tiga, jauh setelah saya merasa ditinggalkan oleh ade dan muncul perasaan minder di depan ade dan teman2. Satu-satunya sahabat yang stabil kedekatannya dengan saya adalah Alm. Rika.</em></p>
<p><em>Diawal kelas 3 saya bertekat untuk melampiaskan rasa tersisih ini dengan bertekat memperbaiki prestasi saya yang selalu berada di luar sepuluh besar. Rika, dona, dan fitrah tiga sahabat yang sangat mendukung saya.</em></p>
<p><em>Sementara Ade dimata saya tidak perlu bekerja keras untuk belajar, Ia dianugerahi Allah SWT otak yang encer.</em></p>
<p><em>Deni yang sepanjang kelas 2 akrab dengan saya perlahan juga menjauh dan semakin akrab dengan Ade, semakin jarang di kos, semakin sering main, dan saya semakin mengurung diri belajar bersama rika dan fitrah, kadang-kadang mengajari dona mengerjakan tugas dan laporan praktikumnya.</em></p>
<p>R: iya, donna dan rika. Jadi dulu ray itu ngerasa ada gap-gapan gitu de. Ada kelompok yang populer, yang menarik dan deket ama anak2 cowok dan ada kelompok yang sederhana, diem, ya gitu-gitu deh hehehe&#8230;</p>
<p>A: aku Ray kategorikan masuk yang mana? yang deket ma cowok2? halah dalah&#8230;&#8230;sebenarnya waktu itu bagi ade masa2 yang galau..membiingungkan&#8230;.sempat rangking anjlok ampe no.6</p>
<p><em>Betul de, re merasa kehilangan. Mungkin ade tidak tau mengapa re merasa kehilangan.</em></p>
<p><em>Ade adalah sahabat saya dijalan hijrah, sahabat yang tidak bosan mengajak saya mengaji meski saya sering menolak. Bila ada Mba Ananda semasa saya kuliah, maka saat SMA Ade lah yang menyerupainya. Kebengalan saya berkurang banyak bersama ade. Saya berjuang keras melepaskan sisi bandel dan ketomboyan saya sisa-sisa smp. Saya mengidolakan Ade, saya ingin mengikuti keshalihannya, saya ingin pintar dan santun seperti dia. Saya butuh pegangan yang kuat. Tapi saya merasa Ade meninggalkan saya dengan pengetahuan yang tanggung dan serba canggung.</em></p>
<p>R: kalau ray secara psikologis itu masa-masa jatuhnya. Itu masa-masa terburuk dalam hidup ray, perasaan kehilangan, perasaan ditinggalkan teman2 tapi dari segi akademis membaik, ray melampiaskan semuanya dengan berkutat belajar. mungkin karena dorongan dari rika, dona dan fitrah ray justru bisa terpacu.</p>
<p>A: iya, kebayang&#8230;..maaaf ya ray,&#8230;.meski sudah lama berlalu,tapi ade pengen bilang sebenarnya dari dulu sampai kinipun tetap sayang ray.</p>
<p><em>Saya terdiam lama, air mata saya merebak. Masa-masa sma adalah masa yang rumit dan complicated buat saya. Saya yang jauh dari keluarga hanya mengandalkan sahabat dan lingkungan yang mendidik dan menyayangi saya. Sahabat adalah keluarga buat saya. Saat saya merasa ditinggalkan, saya jadi limbung.</em></p>
<p>R : huuu&#8230;.uuuu</p>
<p>A : You are my frst best friend in SMTI&#8230;.Ketika Ray mulai akrab sama Deni dan sering ke Tarusan, Ade lonely&#8230;.banget..Trus,coba mengakrabkan diri kembali, Ray kok ga teraih lagi? Sayang ya Ray&#8230; Padahal pada saat itu ade punya masalah yang ade pikir bisa dapat pencerahan dari Ray&#8230;Tapi ga berani lagi curhat&#8230;.</p>
<p><em>Astaghfirullah&#8230;&#8230;&#8230;Andai saya tahu dari dulu ade tidak bermaksud meninggalkan saya, andai dulu ia katakan kalau ia menyayangi saya&#8230;andai..andai&#8230;&#8230;.andai saya bisa memutar waktu.</em></p>
<p><em>Astaghfirullah, egois sekali saya, saya hanya memikirkan perasaan saya. Saya bahkan tidak memikirkan perasaan ade. Saya bodoh menyia-nyiakan sahabat sebaik ade karena rasa minder saya. Dimana saya ketika ade memiliki masalah?? sahabat seperti apa saya ini?</em></p>
<p><em>Saya memandang ade sosok yang hebat dan tangguh, tapi saya lupa kalau sahabat itu saling membutuhkan. Bukan saya saja yang membutuhkan ade, tapi ade juga membutuhkan saya. Tapi yang ada perasaan buruk saya yang mendominasi, saya merasa tidak dibutuhkan, saya merasa bukan apa-apa buat sahabat saya.</em></p>
<p><em>Astaghfirullah,,,. Astaghfirullah,,,. Maafkan saya Ade, Semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik, mungkin inilah hikmah terbaik yang ingin ditunjukkan oleh Allah.</em></p>
<p>R: hikkss&#8230;. hu uuu uu&#8230;</p>
<p>A: Cup cup cup&#8230;.</p>
<p>R: ray nyesal de,,, kita terlambat belajar mengkomunikasikan perasaan. ray sempet merasa nggak sepadan berteman dengan ade. temen2 memandang gimana gitu. buat ray dan temen2 sekelas dulu, ade itu pusat dunia I-1 dan II-4. seperti matahari, paling terang dan paling bersinar. siapapun pasti pengen akrab sama ade</p>
<p>A: hah? masak segitunya?</p>
<p>R: iyaaaa deee.</p>
<p>A: tau begitu, aku berhati2 deh bersikap&#8230;.</p>
<p><em>Ade sudah hati-hati bersikap de, kami sahabatmu yang terlalu menuntut sempurna. Ketika ade melakukan sebuah kesalahan mungkin ray jadi salah satu yang menutup mata, harusnya mengingatkan malah membiarkan.</em></p>
<p>R: buat kami, ade itu idola, kombinasi mendekati sempurna.</p>
<p>A: wes.wes,&#8230;..ojo ngono&#8230;..ojo ngonoooooo</p>
<p>R: Let me express my feeling, dear&#8230;</p>
<p>A: Ray lah yang lebih tau ade jeleknya gimana&#8230;</p>
<p>R: mana ray tau, dimata ray ade tuh &#8217;sempurna&#8217;. kaya masakan dari koki ahli. pas semuanya. pinternya, cantiknya, sholihatnya.</p>
<p>A: masyaallah&#8230;..berarti dirimu tak cukup tau bagaimana diriku&#8230;</p>
<p>R: mungkin iya de. Itu karena penyakit jiwa nomor tigapuluh tiga hehehehe<em>&#8230;(saya ingat istilah ikal dibuku Laskar pelangi)</em> ketika kita mengidolakan seseorang, seringkali mata kita tertutup dari kekurangannya, dari kejelekannya he he he. ray kan orangnya cuek de, semakin ray tidak mampu meraih ade, semakin ray nggak peduli. ray nggak mudah percaya apa-apa kata teman tentang ade dulu.</p>
<p><em>Setelah selesai mengungkapkan apa yang saya rasa, ada beban besar terangkat dari dada saya. Selama lebih dari sepuluh tahun prasangka itu kami biarkan berlarut-larut. Andai ade tidak memulai obrolan ini, saya mungkin tidak akan berani memulai, saya terlalu pengecut.</em></p>
<p><em>Saya bukan orang yang mudah mengungkapkan perasaan. Perasaan itu seperti benang kusut dihati saya.</em></p>
<p><em>Mungkin saya harus belajar banyak dari ade untuk berani mengungkapkan perasaan. Pada ade juga saya sampaikan kalau saya lebih banyak menekan dan memendam perasaan2 saya.</em></p>
<p><em>Saya bahkan tidak mampu menjawab pertanyaan ade tentang siapa saja yang saya taksir ketika sma, untung saja dia tidak menanyakan siapa saja yang naksir saya, bisa semakin keriting kepala saya memikirkan jawabannya. Dan ade tau saya berjuang keras untuk men-deny perasaan2 itu.</em></p>
<p><em>Ada cukup alasan kenapa saya begitu, seperti : tidak ada kamus pacaran dalam Islam, itu juga saya sudah tau, sekarang juga semakin tahu.</em></p>
<p><em>Tapi ketika sma dulu, perasaan minderlah yang alasan utamanya.</em></p>
<p><em>Saya menyesal kehilangan banyak hal karena kebodohan saya, karena minder yang tidak beralasan, karena prasangka yang salah. Alhamdulillah Allah SWT masih memberi waktu buat saya menebusnya, meminta maaf pada ade dan belajar menuai hikmah dari segala kejadian.</em></p>
<p>R: Eh De, sebelum kelupaan. Ray mau minta maaf ya de, untuk semua kesalah, kekhilafan dan semua yang tercecer dari persahabatan kita.</p>
<p>A: Iya Ray, alhamdulillah kita sekarang bertemu dalam keadaan yang lebih baik.</p>
<p><em>Sayangnya tadi saya lupa menyampaikan pada ade, bahwa ia salah satu sahabat terbaik yang dikarunikan Allah SWT buat saya ketika sma. Ade salah satu sahabat yang mempengaruhi hidup saya. Saya menyayanginya dulu. Sekarang, saya semakin menyayanginya.</em></p>
<p><em>De, semoga Allah SWT menyayangi kita karena kita saling menyayangi karena-NYA</em></p>
<p><em>Ana Uhibbuki fillah ya ukhti……</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mozaikehidupan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mozaikehidupan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mozaikehidupan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mozaikehidupan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mozaikehidupan.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mozaikehidupan.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mozaikehidupan.wordpress.com&blog=3626863&post=42&subd=mozaikehidupan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mozaikehidupan.wordpress.com/2008/06/13/ade-ade-ade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Lirih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>