Posted by: Lirih on: Juli 31, 2008
Bercerita tentang Mamak selalu bisa membuat mata saya menghangat. Setelah saya semakin dewasa, komunikasi dengan Mamak jauh membaik. Tidak hanya komunikasi lewat kata-kata tapi juga komunikasi bathin. Banyak hal yang yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata terwakili oleh pengertian beliau, “Iya lah Tet, Mamak ngerti” demikian ucapan khas beliau.
Banyak masalah keluarga yang bisa kami bicarakan, saya kini bisa jadi teman curhat Mamak dan demikian sebaliknya. Mamak curhat urusan rumah tangga, masalah yang beliau pendam selama ini, masalah anak-anaknya yang lain (selain saya), masalah Bapak saya, serta masalah adik perempuan yang mulai beranjak remaja. Saya curhat urusan kantor, Bos yang bawel, curhat urusan cowok (yang nyebelin), curhat masalah perjodohan, surhat kos-kosan yang mau habis dll.
Karena komunikasi yang semakin terbuka, belakangan baru saya tahu bahwa rumah tangga yang diamanahkan pada Mamak tidak selalu baik-baik saja. Ada puluhan masalah yang terpendam di balik keriangan Mamak menghadapi kehidupan. Belakangan juga saya tau, bahwa masalah yang terpendam itu bisa menjelma menjadi penyakit yang menggerogoti tubuh Mamak.
Mengingat hal ini terbersit penyesalan dalam hati saya, saya terlambat “mengenal Mamak” sebagai teman dan sahabat saya. Karena selama ini saya hanya mengenal Mamak sebagai Ibunda, maka Mamak sebagai orang tua seperti membuat batas dengan saya. Mamak, satu dari orang tua yang berprinsip apapun masalah orang tua dan masalah rumah tangga, anak-anak tidak perlu tahu.
Tapi bagaimanapun saya sadar itu adalah naluri orang tua. Karena sebagai anak pun saya memiliki naluri untuk menyembunyikan masalah-masalah saya agar tidak sampai menambah beban pikiran orang tua.
Seperti biasa akhir atau awal bulan merupakan waktu buat saya menunaikan kewajiban membantu orang tua, sebatas kemampuan saya, meski mereka sama sekali tidak meminta.
Bulan-bulan terakhir ini saya merasa kondisi yang dihadapi semakin berat, kalau kemarin-kemarin saya bisa mengajak adek saya untuk bergotong-royong, bulan ini saya hanya bisa menarik nafas lebih dalam. Karena suatu hal adek saya memutuskan keluar dari pekerjaannya dan berniat untuk pergi merantau ke pulau seberang.
Saya menekankan satu hal, ketika adek saya selesai kuliah maka selesai juga tanggung jawab finansial dari orang tua. Alhamdulillah, itu artinya tanggung jawab terhadap adek kembali ke tangan saya.
Memikirkan semuanya, otak saya jadi berdenyut seperti kalkulator. Menghitung antara rizki yang ada dan keperluan yang harus ada, dengan hati yang tidak berhenti berzikir agar Allah SWT menambahkan rizki itu entah bagaimanapun caranya hehehe,,,, Sepertinya terlalu memaksa, tapi biarlah kalau bukan pada Allah SWT pada siapa lagi saya bisa menghiba-hiba minta dihasihani hehehehe,,,,
Ahirnya curhat juga saya sama Mamak, menyebutkan nominal yang cukup besar yang dibutuhkan adik saya untuk persiapan perantauannya.
Mamak : “Oih dah!*, dari mana lah dapat semuanya itu, Nang?”
Saya : “Hehehehe,,,, markais* lah Mak”
Mamak : “Sakit kali lah kepala awak memikirkannya ya, Tet”
Saya : “Jangan dipikirkan Mak, kalok dipikir sakit lah kepala. Yang penting awak bergerak terus Mak”
Mamak: “Bergerak kek mana* maksut Butet?”
Saya :” Bergerak gini Mak, kayak kalau kita lagi berenang kan harus bergerak terus, kalau diam bisa tenggelam kita Mak”
Mamak : “O, gitunya,,,. Iya jugak ya Tet. Maksud Butet nggak berenti kita berusaha dengan keimanan sama Allah, gitu nya?”
Saya : “Nah iya begitu Mak, urusan kita manusia kan menyempurnakan ikhtiar, urusan hasilnya biar Allah yang ngasi, yang menambahkan dan yang melipatgandakan”
Beberapa saat saya dan Mamak sama-sama diam, saya membayangkan bisa memeluk tubuh Mamak dari jauh, dengan tangan yang tidak bisa menyentuh Mamak. Andai bisa dipindahkan semua berat beban yang ditanggung oleh Mamak ke pundak saya biar saja saya yang menanggung.
“La yukallifulloha nafsan illa wus’aha…”
Allah SWT tidak akan membebankan hambanya sesuatu diluar batas kemampuannya.
Kalimat itu terngiang dalam telinga hati saya, menenangkan jiwa, dan mengangkat beban yang terasa menghimpit.
Percaya lah Mak, semua ini kita hadapi karena Allah menilai kita masih sanggup untuk menanggungnya,,, Saya bisikkan kalimat itu pelan, semoga angin menyampaikannya ketelinga hati Mamak agar beban dipundak Mamak juga terasa lebih ringan.
Butet sayang sama Mamak,,,,,,
———————————————
Oih dah! = Aduh-aduh…
Markais = Mengais, cara ayam mencari makanan dengan mencakar-cakar tanah.
kek mana = bagaimana
hehehe… ikut aja deh ninggal senyum kayak akh fath…
Syukron dek eko
![]()
Assalamu’alaikum,
apa kabar Kak? Udah lama kita ga smsan.
Sekali bergerak tetap bergerak.hehehe
Wa’alaykumsalam
Alhamdulillahirobbilalamin,,, baik dekArsyad gimana kbrnya? sekarang komunikasi kita lanjut lewat blog aja ya
Arsyad tau darimana blog kk? Dani aja mungkin belum tau hehehe, atau tau tapi ga mau mampir?! Kalau main kesini lagi ajak dani ya
![]()
Senyumnya menyejukkan lara
sedihnya menyadarhan hati
lam ma mamak you za.a
assalamu’alaikum adje
Syukron Nur,,, betul sekali senyum ibunda itu menyembuhkan lara. Insyaallah salam dari Nur akan saya sampaikan
![]()
bismillah..
hem…. kayaknya mbak raya dah lama nggak update blog. apa lagi sibuk ya?? afwan belum bisa kasih kabar soal pesenan mbak. Hp hilang. jadinya nomer mbak juga ikutan hilang.
harap maklum dek Eko
namanya juga blogger pemalas hehehehe dengan koneksi seadanya, balas komentar aja sekali sebulan hehehe,,,,
Innalillahi,,, pantesan, mba sms failed melulu. Tapi udah ada yg sms satu orang, lupa dek siapa namanya,,,dia juga yg ngabarin hp eko hilang. Semoga dapat ganti HP yg lebih baik
@hyorinmaru
amin……… makasih do’anya ya akh… terutama yang istri sholehah tu
tapi Hp kok jadi ke istri ya larinya??? gpp ding. kan lebih baik.
contact ada flexi. nomer tanya aja ke mas noor, ato mas candra, ato devid. yang Xl lagi diurus tadi cuma belum ada tempat alias HP untuk mengaktifkan. jadi cuma disimpen aja kartunya.
maaf ya buat yang punya blog. OOT nih….
1 | gokimhock
Juli 31, 2008 pada 1:48 pm
hehehe..
Re, silaturrahmiku sm Bona terputus, bs di sambung vie Re gak. Trus Andes apa kabar.. ohya.. FSku di friendster.com/gokimhock
Thx banyak.. di Ranto lagi musim durian.