Posted by: Lirih on: Juni 27, 2008
A: Ray, Ade suka baca tulisan Ray. Mengalir. Ade bisa bayangin gimana Mamak Ray kalau ngomong, logat-logatnya itu.
Ade tertawa mengekspresikan pendapatnya. Saya hanya nyengir dan heran atas pendapat Ade.
R: paling karena Ade udah kenal Mamak Ray
A: Gak kenal kok Ray, cuma Ray bisa mengungkapkannya ditulisan.
Saya jadi mikir, Ade bilang tulisan saya mengalir tapi sejujurnya menuliskannya seperti menggeser lemari yang berat dan sering tersendat.
R: De, tau gak? Ray rasa menulis itu menguras emosi. Setelah kemarin menulis cerita itu emosi benar-benar terkuras, setelah itu Ray kesulitan untuk menulis lagi.
Ade mengangguk-angguk lalu mengajukan permintaan agar judul tulisan tentang dia di ubah judulnya. Saya akan mempertimbangkan tapi tidak berjanji akan mengubahnya hehehe.
Saya sering termenung lama memandang monitor, kebanyakan bengong tidak tau mau menulis apa dan mulai darimana. Padahal begitu banyak yang bisa ditulis dan tidak ada aturan harus menulis dari A-Z atau D-C-B-A. Ini yang membuat saya kadang heran bagaimana penulis-penulis itu bisa merangkai kata menjadi kalimat hingga menjadi buku atau novel setebal batu bata.
Itu saja yang ingin saya tuliskan untuk judul ini. Saya jadi agak trauma menulis hal-hal yang menguras emosi. Hihihihi…..sok trauma deh…..
Blog ini adalah salah satu yang masuk dalam list saya dan selalu ditunggu updatenya karena tema yang ringan, menarik dan menyentuh serta bahasa yang enak dan lancar mengalir, plus juga lucu tentunya.
Disini terpancar kesederhanaan dan kebersihan hati sang penulis, jadi teruslah menulis.
Jangan kecewakan pembaca yang terlanjur “jatuh cinta” dengan tulisan2 Raya.
Menulis menguras Emosi?…
Benar sekali kata teman-teman diatas, dan malahan menulis itu sebagian dari seni lho…!!!
Jangan heran, kalo penulis-penulis dari para blogger, malahan tidak mau di copy akan artikel yang telah ditulisnya, contohnya saya…
Saya block seluruh artikel di blog saya dengan kode-kode tertentu, jadi tidak bisa di copy paste seenaknya, kalo mau copy ya ditulis
Contoh lagi seorang artis dalam menulis lagu ciptaannya harus dengan inspirasi yang tinggi dan apabila karya tulisannya dijadikan lagu dan berhasil, maka akan sangat mahal lagu tsb yang berawal dari tulisan tadi
Jadi tetap semangat dalam menulis ya…soal menulis menguras emosi, menurut saya tidaklah benar,thanks
1 | marselenade
Juni 29, 2008 pada 12:18 am
Jangan,….!!
Jangan kapok nulis dong,..yang serasa geser lemari kan Raya,tapi yang santai,terhibur dan terinspirasi kan pembaca…Ga papa lah Ray,sering2 ‘geser lemari’ , sapa tau nemu koin nyelip hehehe…