Mozaik Kehidupan

4 jam bersama Ade

Posted by: Lirih on: Juni 27, 2008

Hanya 4 jam, dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Dari Crowne Plaza hingga Bendungan Hilir.

Bertiga bersama Daffa. Berempat bersama sopir taksi blue bird (yang satu ngeselin dan yang satunya lagi baik). Berempat dengan Dokter Widodo di ruang Klinik Picky Eater yang penuh dengan boneka dan mobil-mobilan. Beramai-ramai di ruang tunggu klinik sambil ngawasin Daffa main dan lari larian. Berlima di kamar lantai 11 dengan Uda Sony yang berkacamata dan Aunty Vi (dengan Daffa yang sedang memerankan belalang, dia melompat terbang, melompat dari spring bed yang satu ke spring bed satunya atau dari spring bed ke sofa atau dari spring bed ke lantai. Catatan : benar-benar melompat terbang loh!).

Banyak yang ingin diceritakan setalah 11 tahun berpisah tapi malah bingung mau cerita apa. Pokoknya ketemu saja sudah senang.

Banyak hikmah, banyak ilmu, banyak wawasan saya bertambah.

Apa saja itu?

Tentang totalitas menjadi ibu, tentang merawat anak dengan special needed (kebutuhan khusus), tentang sabar, tentang ibu yang harus cerdas dan pintar, tentang pengaruh makanan terhadap tumbuh kembang anak.

Saya salut pada Ade.

R : De, mungkin itu sebabnya Allah SWT belum mengamanahi saya menjadi seorang ibu. Mungkin karena saya belum sanggup bila harus menghadapi apa yang Ade hadapi.

Ade menanggapi dengan membesarkan hati saya.

Itulah yang menjadi salah satu renungan saya, pertanyaan itu menggema. Apakah saya sanggup,,,,? Apakah saya mampu,,,,,? Saya haqqul yaqin Maha Rahmaan dan Maha Rahiim nya Allah SWT, bila kelak bila saya diamanahi hal yang sama, Allah SWT pasti tidak akan membiarkan saya sendirian menjalaninya. Lalu hati saya menjadi tenang.

2 Tanggapan ke "4 jam bersama Ade"

Ade lupa (alias ga sempat) bercerita pada Raya ttg seorang teman yang punya anak kembar dengan special needs juga. Yang satu cerbral palsy (layuh otak),satunya lagi anak gifted (berbakat/jenius,dg IQ 160). Betul2 butuh semua yang dibutuhkan. Kekuatan fisik (secara anak layuh otak,motoriknya terganggu), kekuatan hati (harus punya cinta dan ikhlas tak bertepi),punya ilmu (setiap anak unik,ditangani scara personal pula) dan kekuatan financial (bila terapinya dijalankan semua,bisa habis jut-jut-an!).

Dan,…..dia mampu menjalaninya!DENGAN SANGAT BAIK.

Allah menjadikan kita sebagai makhluk yang adaptif.Di kasih senang,bisa….semoga kita menjadi orang yang bersyukur. Di kasih susah,pun bisa….semoga kita menjadi orang yang bersabar.

Ade hanya ingin bilang, bila Raya menikah nanti dan dititipi seorang anak, semoga anaknya sehat fisik,mental dan sosialnya. Dan bila tidak? Tidak apa-apa,sayang…Allah Maha Memberi jalan keluar. Kita yang lemah,semoga dijadikan kuat…

Jangan takut menikah,apalagi menjadi ibu.
Being a mother is A best thing in my life.

Do u know honey?
Meski saat ini aku disodori anak-anak lain yang sehat,cerdas, normal perkembangannya,dan tampan rupanya, tapi aku harus melepas Daffa, maka aku tak perlu berpikir untuk memutuskannya.

Aku akan memilih Daffa.
Bagaimanapun dia.

Syukron De, diingetin lagi tentang Sabar dan Syukur. Kalau udah ingat dua konsep itu rasanya nga ada masalah yg ga ada solusinya, dan sungguh Allah SWT itu hanya memberikan yang terbaik.

Betul lo De, aura kebahagiaan Ade itu bersinar terang dari wajah Ade nga sedikitpun tertutupi oleh keletihan menjalani semuanya.

Dan soal Daffa, ia benar-benar anak yang bisa bikin ray jatuh cinta,,,,matanya bulat, jernih dan polos, senyumnya sangat tulus. Menatap tawa Daffa bikin kita lupa masalah hidup yang rumit-rumit hehehehe….

Omong-omong soal pertemuan kita,….ade benar-benar sangat terbantu Ray dengan adanya dirimu saat itu.
Secara diriku sudah kelelahan dan Daffa masih full tank energynya, adanya dikau sangat-sangat-sangat melegakan hati…
Terimakasih telah menemaniku dan secara aktif mencari alamat kliniknya..(emang nyebelin tuh supir Bluebird!)
Terimakasih telah jauh-jauh cariin aku dan Daffa roti dan air mineral sampe dikau belai2in naik ojek (ga pake byecyek khan?hehehe)
Terimakasih menemani aku di ruang klinik dan ngajak aku ngobrol supaya aku tetap ‘on’ secara otak sama mulut udah ga akur lagi….
Terimakasih ngawasi Daffa ngacak-ngacak ruang dokternya, sehingga aku bisa konsentrasi penuh dengan advise dari beliau…
Terimakasih telah mencarikan taxi untuk pulang kembali ke Crown Hotel…
Special thank you dari papanya Daffa,karena telah menggantikan tugasnya mendampingi kami berdua di saat dia tidak ada….
Terimakasih yang tak berhingga Raya, …
I LOVE U SO MUCH….

Hanya Allah yang bisa membalasnya….

Sama-sama De, makasih untuk bandeng presto yang nyam-nyam hehehe. Luv, u too.. Amiin ya Robbal alamiin

Tinggalkan Balasan